Tapi saya tidak bohong soal tugas-tugas saya tadi. Semester kemaren, saya memang sedang sibuk-sibuknya dihadapkan pada tugas-tugas kampus, mulai dari magang sampai pada mengadakan seminar yang menjadi salah satu subject wajib mahasiswa semester 7 London School. Sekarang disaat saya sudah bisa bernapas dengan lebih lega, sebuah tugas baru sudah terpampang depan mata. Alamaaak, skripsi! Walaupun cuma satu, tapi harus saya akui tugas yang satu ini paling menyita konsentrasi dan perhatian.
Rasanya baru kemarin saya berkicau soal masa depan saya, mau jadi apa saya nanti setelah lulus. Yang saya impikan saat itu adalah menjadi seorang copywriter sukses di sebuah agency ternama. Memenangkan awards di festival-festival periklanan baik di ajang Pinathiska, Citra Pariwara maupun sampai ajang sekaliber Adfest atau Cannes sekalipun. Menduduki posisi puncak di tempat saya bekerja, sampai pada akhirnya saya boleh menjadi orang penting didunia periklanan. Hahahaha, teman-teman saya pasti mengakak kalo mendengar yang satu ini.
Well, impian tetaplah impian, dan saat itu menurut saya sah-sah saja orang memiliki impian bahkan untuk hal yang dianggap paling tidak mungkin sekalipun. Rasanya pengaruh buku The Secret yang saat itu sedang heboh-hebohnya sangat besar pada saya. Saya terlanjur tenggelam dalam paham dan persepsi law of attraction yang mengatakan kita bisa meraih apapun yang selalu kita impikan asalkan kita terus memikirkan impian itu. Sebagai contoh Katie Holmes semasa kecil pernah bermimpi ingin menjadi istri seorang Tom Cruise, satu mimpi yang semasa dulu dicibir oleh teman-temannya. But look at her now! She did it, sekarang Katie resmi menjadi Mr. Cruise. Siapa yang menyangka? Dalam film The Pursuit Happiness pun, Will Smith berhasil meraih apa yang selama ini diimpikannya walaupun tadinya ia hanya seorang tuna wisma. Tapi pada akhirnya, Will Smith berhasil menjadi pengusaha sukses dengan asset bernilai jutaan dollar.
Sekarang dengan waktu yang semakin dekat menjelang kelulusan, saya semakin getir memikirkan kembali semua impian saya. Saya cuma bisa tertawa geli memikirkan semua impian-impian indah itu. Ya Tuhan yang maha dari segala maha, kenapa dulu saya bisa begitu yakin pada impian saya. Kok bisa-bisanya ya saya begitu percaya diri saya mampu meraih semua itu? Saya masih tidak habis pikir.
Disaat-saat yang dinamakan krisis global ini, boro-boro menjadi orang penting di dunia periklanan yang memenangkan award, untuk dapat pekerjaan saja sudah merupakan suatu keberuntungan. Saya berada dalam ketakutan tersendiri. Ketakutan yang mungkin juga merupakan ketakutan khas para fresh graduate lainnya. Setelah usaha dan perjuangan meraih gelar bachelor, what would I be then? Saya takut semua impian saya itu hanya akan menjadi impian belaka. Katie Holmes dan Will Smith boleh saja meraih semua impian mereka karena selain usaha dan kerja keras mereka, juga ada factor lain yang turut andil dalam pencapaian impian mereka. Apalagi kalo bukan keberuntungan. Sekarang pertanyaannya akan lebih mudah buat saya. Akankah saya seberuntung mereka? Untuk yang satu ini, saya benar-benar berdoa. Kalo sampai semua itu tidak terwujud paling-paling hal pertama yang bisa saya lakukan hanyalah gigit jari. Diikuti berbagai protocol khas manusia gagal peraih impian, mulai dari mengetok-ngetokkan kepala di tembok, menyendiri di pulau terpencil dengan alasan ingin menenangkan diri, padahal yang sebenarnya adalaha justru kabur dari cibiran orang dan beberapa hal lain yang biasa dilakukan oleh mereka yang sedang dilanda depresi.
But anyway, buat apa memikirkan hal yang selanjutnya akan terjadi kalau ada hal yang lebih mendesak saat ini untuk dipikrkan. Sebelum berkicau soal masa depan, lebih baik saya selesaikan dulu tugas maha penting yang sudah terpampang di depan mata, skripsi. Percuma saya ngalor ngidul soal mau jadi apa saya nanti, kalo bahkan skripsi pun nanti saya tidak lulus. So skripsi, I’m comiiing and now you have become my priority!
(sigh, ditulis ketika penulis sedang buntu-buntunya menyelesaikan Bab I tugas skripsinya)
1 komentar:
lo mendeskripsikan ketakutan gue dengan baik wahai anak bau kencurrrr...
cita2 jadi pengacara mulai mengawang-awang neh...
Posting Komentar