
“You may say I’m a dreamer. But I’m not the only one. I hope someday you’ll join us. And the world will be as one.”
Itulah penggalan lirik dari salah satu lagu paling terkenal sepanjang sejarah, Imagine, karya John Lennon. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan seorang teman di messenger, saya jadi tahu sedikit banyak tentang The Beatles. John Lennon, sang pentolan The Beatles ini dikenal dengan sebagai tokoh eksentrik yang punya daya imaginasi tinggi. Bersama-sama rekannya di The Beatles – Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star, Lennon bisa dibilang telah melakukan revolusi dalam bidang social, budaya, dan politik pada era 1960-an. Apa yang mereka mulai menjadi tonggak inspirasi bagi para generasi muda pada eranya. Bahkan kalau menurut saya, jejak mereka masih terasa sampai saat ini. Lennon dikenal sebagai sosok yang controversial. Ketika sedang merayakan bulan madunya dengan Yoko Ono, Lennon menggelar wawancara dengan para wartawan diatas kasur disebuah hotel. Tujuannya adalah untuk memprotes perang
Selain Lennon, ada pula Bono. Frontman U2 asal Irlandia yang nama aslinya Paul David Hewson ini memang bukan Cuma terkenal sebagai penyanyi, tapi juga sudah lama terkenal sebagai tokoh humanis. Bono banyak menulis lagu yang memprotes situasi perang seperti yang pernah dialaminya dikampung halamannya dulu. Bono juga terkenal dalam gerakan Coexist yang menyampaikan pesan perdamaian di antara 3 agama besar, Islam, Kristen, dan Yahudi. Sebagai penggagas dari proyel RED, proyek penggalangan dana untuk membantu penanggulangan masalah HIV / AIDS di Afrika, Bono seakan meneguhkan komitmennya terhadap isu-isu kemanusiaan yang sudah lama menjadi kepeduliannya. Karena itu, ia pun sempat beberapa kali dinominasikan sebagai penerima Nobel Perdamaian pada tahun 2003, 2005 dan 2006. Ia juga terpilih sebagai “Person of the Year” tahun 2004 versi majalah Time.
Dua contoh orang ini hanyalah contoh diantara beberapa segelintir orang yang telah memberikan pengaruh dan dampak besar bagi dunia. Keduanya bukanlah aktor politik yang berkuasa, tapi pengaruh keduanya tak kalah bila disejajarkan dengan para aktor-aktor politik tersebut.
Orang-orang seperti Lennon dan Bono telah menciptakan brandnya sendiri. Orang-orang tidak lagi memandang mereka sebatas musisi, tetapi kedua orang ini juga telah dianggap sebagai orang-orang yang memberiklan pengaruh dan sumbangsih besar terhadap dunia, baik dalam bidang social, budaya dan politik. Kedua orang itu kemudian menjadi begitu disegani oleh orang-orang dan pada akhirnya mempunyai pengikutnya tersendiri. Mereka memberikan nyawa lain ke dalam diri mereka, sebagai tokoh humanis berpengaruh, bukan lagi hanya sebagai seorang musisi semata. Mereka mempunyai citra positif yang membuat mereka mempunyai banyak pengikut.
Saya membayangkan apabila ini dikaitkan dengan brand sebuah produk. Akan sangat mungkin sekali, sebuah brand yang memiliki citra yang positif akan mempunyai pengikut yang banyak seperti Lennon dan Bono. Bila sebuah brand dikelola dan diperhatikan dengan baik, bukan tidak mungkin brand tersebut mampu menciptakan pengaruh yang besar. Sayangnya bagi sebagian besar, produsen di
Hm, no further comment!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar